Minggu, 10 Juni 2012

Aturan Mengenai ASI Eksklusif


PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF
Disebutkan dalam UU Kesehatan No.36 Tahun 2009 Pasal 128 ayat (1) bahwa setiap bayi berhak mendapatkan Air Susu Ibu (ASI) Eksklusif sejak dilahirkan selama 6 bulan kecuali atas indikasi medis. Dalam penjelasan pasal ini disebutkan bahwa yang dimaksud dengan “pemberian air susu ibu eksklusif” adalah pemberian hanya air susu ibu selama 6 bulan,dan dapat terus dilanjutkan sampai dengan 2 (dua) tahun dengan memberikan makanan pendamping air susu ibu (MP-ASI) sebagai tambahan makanan sesuai dengan kebutuhan bayi.
Sedangkan kriteria “indikasi medis” itu dijelaskan bahwa yang dimaksud dengan “indikasi medis” dalam ketentuan ini adalah kondisi kesehatan ibu yang tidak memungkinkan memberikan air susu ibu berdasarkan indikasi medis yang ditetapkan oleh tenaga medis, lebih lanjut dijelaskan pada PP No.33 Tahun 2012 Pasal 7 yang pada penjelasannya sebagai berikut; yang dimaksud dengan “indikasi medis” adalah kondisi medis Bayi dan/atau kondisi medis ibu yang tidak memungkinkan dilakukannya pemberian ASI Eksklusif.
Kondisi medis Bayi yang tidak memungkinkan pemberian ASI Ekslusif antara lain:
a.       Bayi yang hanya dapat menerima susu dengan formula khusus, yaitu Bayi dengan kriteria:
  1. Bayi dengan galaktosemia klasik, diperlukan formula khusus bebas galaktosa;
  2. Bayi dengan penyakit kemih beraroma sirup maple (maple syrup urine disease), diperlukan formula khusus bebas leusin, isoleusin, dan valin; dan/atau
  3. Bayi dengan fenilketonuria, dibutuhkan formula khusus bebas fenilalanin, dan dimungkinkan beberapa kali menyusui, di bawah pengawasan.
b.      Bayi yang membutuhkan makanan lain selain ASI selama jangka waktu terbatas, yaitu:
  1. Bayi lahir dengan berat badan kurang dari 1500 (seribu lima ratus) gram (berat lahir sangat rendah);
  2. Bayi lahir kurang dari 32 (tiga puluh dua) minggu dari usia kehamilan yang sangat prematur; dan/atau
  3. Bayi baru lahir yang berisiko hipoglikemia berdasarkan gangguan adaptasi metabolisme atau peningkatan kebutuhan glukosa seperti pada Bayi prematur, kecil untuk umur kehamilan atau yang mengalami stress iskemik/intrapartum hipoksia yang signifikan, Bayi yang sakit dan Bayi yang memiliki ibu pengidap diabetes, jika gula darahnya gagal merespon pemberian ASI baik secara langsung maupun tidak langsung.
Kondisi medis ibu yang tidak dapat memberikan ASI Eksklusif karena harus mendapat pengobatan sesuai dengan standar. Kondisi ibu tersebut antara lain:
a.   ibu yang dapat dibenarkan alasan tidak menyusui secara permanen karena terinfeksi Human Immunodeficiency Virus. Dalam kondisi tersebut, pengganti pemberian ASI harus memenuhi kriteria, yaitu dapat diterima, layak, terjangkau, berkelanjutan, dan aman (acceptable, feasible, affordable, sustainable, and safe). Kondisi tersebut bisa berubah jika secara teknologi ASI Eksklusif dari ibu terinfeksi Human Immunodeficiency Virus dinyatakan aman bagi Bayi dan demi untuk kepentingan terbaik Bayi. Kondisi tersebut juga dapat diberlakukan bagi penyakit menular lainnya;
b.      ibu yang dapat dibenarkan alasan menghentikan menyusui sementara waktu karena:
  1.  penyakit parah yang menghalangi seorang ibu merawat Bayi, misalnya sepsis (infeksi demam tinggi hingga tidak sadarkan diri);
  2. infeksi Virus Herpes Simplex tipe 1 (HSV-1) di payudara; kontak langsung antara luka pada payudara ibu dan mulut Bayi sebaiknya dihindari sampai semua lesi aktif telah diterapi hingga tuntas;
  3. pengobatan ibu:
a)      obat–obatan psikoterapi jenis penenang, obat anti–epilepsi dan opioid dan kombinasinya dapat menyebabkan efek samping seperti mengantuk dan depresi pernapasan dan lebih baik dihindari jika alternatif yang lebih aman tersedia;
b)      radioaktif iodine–131 lebih baik dihindari mengingat bahwa alternatif yang lebih aman tersedia, seorang ibu dapat melanjutkan menyusui sekitar 2 (dua) bulan setelah menerima zat ini;
c)      penggunaan yodium atau yodofor topikal misalnya povidone–iodine secara berlebihan, terutama pada luka terbuka atau membran mukosa, dapat menyebabkan penekanan hormon tiroid atau kelainan elektrolit pada Bayi yang mendapat ASI dan harus dihindari; dan
d)     sitotoksik kemoterapi yang mensyaratkan seorang ibu harus berhenti menyusui selama terapi.
Lebih lanjut lagi dinyatakan bahwa selama pemberian air susu ibu, pihak keluarga, pemerintah, pemerintah daerah, dan masyarakat harus mendukung ibu bayi secara penuh dengan penyediaan waktu dan fasilitas khusus yang diadakan di tempat kerja dan sarana umum [Pasal 128 ayat (2) dan ayat (3)]
Tujuan pemberian ASI Ekslusif seperti pada Peraturan Pemerintah No.33 Tahun 2012 adalah;
  1.  menjamin pemenuhan hak Bayi untuk mendapatkan ASI Eksklusif sejak dilahirkan sampai dengan berusia 6 (enam) bulan dengan memperhatikan pertumbuhan dan perkembangannya;
  2. memberikan perlindungan kepada ibu dalam memberikan ASI Eksklusif kepada bayinya; dan
  3. meningkatkan peran dan dukungan Keluarga, masyarakat, Pemerintah Daerah, dan Pemerintah terhadap pemberian ASI Eksklusif.
 DUKUNGAN MASYARAKAT
Peran masyarakat dalam pemberinan ASI Ekskusif tertuang pada Bab –IV Pasal 37, dimana pada ayat (1) masyarakat harus mendukung keberhasilan program pemberian ASI Eksklusif baik secara perorangan, kelompok, maupun organisasi. Untuk itulah diharapkan kader POSYANDU yang senantiasa dekat dengan Balita dan Ibu Hamil dapat terus mensosialisasikan agar hak bayi dapat menerima ASI dari ibunya, sepanjang bayi ataupun ibu nya tidak terindikasi kondisi medis seperti yang dijelaskan diatas.


 

Senin, 14 Mei 2012

Gebyar Posyandu Anggrek Bulan Mei 2012


Gebyar Posyandu Anggrek di bulan Mei pada tanggal 10 Mei 2011 bertepatan dengan 6 tahun keberadaan Posyandu Anggrek dalam upaya melayani masyarakat terutama pemantauan kesehatan Ibu dan Balita yang berada di Wilayah RW.09 Kelurahan Ciracas. Tidak kurang sebayak 175 Balita hadir untuk ditimbang dan diukur tinggi badannya serta dipantau kesehatannya. Hal ini dilayani oleh lebih kurang 17 kader  dan 2 orang petugas kesehatan dari Puskesmas Kelurahan Ciracas. 


  Para orang tua Balita tak segan-segan untuk berkonsultasi tentang kesehatan dan asupan gizi yang sesuai untuk balitanya. Pada kesempatan tersebut para orang tua balita juga memanfaatkan pelayanan Posyandu Anggrek khususnya pelayanan dalam pengukuran terhadap kandungan gula darah, kadar kolesterol dan kadar asam urat.

Partisipasi masyarakat khususnya para ibu sangat penting untuk aktif ke posyandu sehingga posyandu dapat melaksanakan fungsi dasarnya sebagai unit pemantau tumbuh kembang anak. Ibu adalah agen pembaharuan, ibu yang memiliki bayi dan balita perlu mengupayakan bagaimana memelihara anak secara baik yang mendukung tumbuh kembang anak sesuai potensinya. Keaktifan para ibu untuk datang dan memanfaatkan pelayanan kesehatan di posyandu secara langsung dapat mencegah dan mendeteksi sedini mungkin gangguan dan hambatan pertumbuhan pada balita. 


 Keaktifan orang tua, khususnya ibu balita dalam kegiatan posyandu merupakan salah satu faktor pendukung yang sangat diperlukan untuk pemantauan pertumbuhan anaknya. Sikap ibu balita untuk menyadari bahwa posyandu merupakan hal yang utama untuk menigkatkan derajat kesehatan ibu balita, hal ini dapat menimbulkan perilaku positif ibu dan balita tentang posyandu. Dengan didasari pengetahuan yang baik dan sikap positif terhadap posyandu, maka Ibu akan senantiasa berupaya datang ke posyandu untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang sangat berguna bagi balitanya, dan tentunya bagi ibu itu sendiri.

Banyak manfaat yang bisa diperoleh Ibu dan Balita di Posyandu, diantaranya adalah:
  • Pertumbahan anak balita terpantau sehingga tidak menderita gizi kurang/gizi buruk.
  • Bayi dan anak balita mendapat Kapsul Vitamin A setiap bulan Februari dan Agustus.
  • Bayi memperoleh imunisasi lengkap.
  • Ibu hamil terpantau berat badannya dan memperoleh Tablet Tambah Darah serja imunisasi Tetanus Toxoid.
  • Ibu nifas memperoleh Kapsul Vitamin A dan Tablet Tambah Darah.
  • Stimulasi tumbuh kembang balita dengan fasilitas alat permainan edukatif di posyandu, dan mendeteksi dini tumbuh kembang
  • Anak belajar bersosialisasi dengan sesame balita dan orang tua.
  • Memperoleh penyuluhan kesehatan tentang kesehatan ibu dan anak.
  • Apabila terdapat kelainan pada anak balita, ibu hamil, ibu nifas dan ibu menyusui akan dirujuk ke Puskesmas
  • Dapat berbagi pengetahuan dan pengalaman tentang kesehatan ibu dan anak batita.
 

Kamis, 12 April 2012

Gebyar Posyandu Anggrek di Bulan April 2012

Pada tanggal 21 April biasanya kaum perempuan tidak lupa untuk memperingati HARI KARTINI, demikian pula dengan kader-kader Posyandu Anggrek yang hampir semuanya kaum perempuan. Untuk itu pada Gebyar Posyandu Anggrek yang jatuh pada tanggal 8 April 2012 atau minggu ke-2 di bulan April, maka para kader berupaya untuk menggunakan busana kebaya sebagai partisipasi dalam mengingatkan HARI KARTINI.

Alhamdulillah pada Gebyar Posyandu Anggrek di bulan April 2012 telah dikunjnungi oleh lebih kurang 140 balita yang rutin untuk ditimbang dan diukur ketinggiannya agar dapat termonitor perkembangnya.
Semoga balita- balita diwilayah RW.09 Kelurahan Ciracas senantiasa tubuh dan berkembang secara baik, demikian juga kesehatannya.

Selasa, 13 Maret 2012

Waspadai FLU SINGAPURA pada BALITA anda


Dalam dunia kedokteran, Flu Singapura dikenal sebagai penyakit Kaki, Tangan, dan Mulut (KTM). Penyakit ini sangat menular dan sering terjadi dalam musim panas. KTM adalah penyakit umum yang menyerang Balita usia 2 minggu sampai 5 tahun. Orang dewasa umumnya kebal terhadap enterovirus. Penularannya melalui kontak langsung dari orang ke orang yaitu melalui droplet, air liur, tinja,  cairan dari vesikel atau eksreta. Penularan kontak tidak langsung melalui barang-barang yang terkontaminasi oleh sekresi itu. Tak ada vaktor tapi ada pembawa seperti lalat dan kecoa. Penyakit KTM ini mempunyai imunitas spesifik, namun Balita dapat terkena KTM lagi oleh viruis strain enterovirus lainnya. Masa inkubasinya sekitar 2-5 hari. Sementara untuk waktu terekspos sampai terkena penyakit 3-7 hari.

Gejala

Mula-mula demam tidak tinggi 2-3 hari, diikuti sakit leher (pharingitis), tidak ada nafsu makan, pilek, ruam di bagian mulut, tangan dan kaki, dan mungkin di bagian popok. Gejala seperti flu  pada umumnya yang tak mematikan. Timbul vesikel yang kemudian pecah, ada 3-10 ulcus di mulut seperti sariawan terasa nyeri sehingga sukar untuk menelan. Timbul rash/ruam atau vesikel  (lepuh  memerah /blister yang kecil dan rata), papulovesikel yang tidak gatal ditelapak tangan dan kaki. Bila ada muntah, diare atau dehindrasi dan lemah atau komplikasi lain maka penderita tersebut harus dirawat.

Jenis virus tertentu gejalanya dapat lebih parah yaitu :
  1. Demam tinggi lebih dari 38% selama 2 hari.
  2. Ada gejala flu, sesak napas, kejang-kejang, ulkus, seriawan pada rongga mulut, lidah, dan kerongkongan.
  3. Balita kurang nafsu makan.

Jika timbul gejala seperti ini harap sesegera mungkin dibawa ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan intensif karena dapat menyebabkan kematian. Tempo pengasingan yang disarankan adalah hingga lepuh kering.

 

Pencegahan

 

Pencegahan terhadap Flu Singapura adalah dengan mencuci tangan secara teliti terutama setelah membersihkan hidung, menggunakan toilet atau mengganti popok. Membersihkan seluruh bagian tangan dan kaki terutama bagian kuku yang sering menjadi sarang bagi kuman.

Sumber: diolah dari berbagai sumber.

Kamis, 22 Desember 2011

Menghibur Bayi


Pada bayi, ketakutan adalah sebuah naluri. Teriakan-teriakan keras yang tiba-tiba, gerakan mendadak dan orang yang tidak dikenal semua bisa menyebabkan anak ketakutan.

Pada awalnya, menenangkan ketakutan pada bayi sangat berkaitan dengan kontak fisik. Cara yang paling ampuh menghibur bayi adalah dengan menggendongnya. Pada bayi berumur 8-9 bulan, kebanyakan anak sudah mempelajari bentuk ekspresi, jika orangtuanya memberikan ekspresi tenang dan tidak terancam, maka secara alamiah anak juga akan tenang.

Menghibur bayi dengan menggendong merupakan reaksi alami dari ibu maupun ayah. Ada sebagian pendapat mengatakan jika terlampau sering menggendong anak maka sang buah hati cenderung berpotensi menjadi manja. Pendapat ini tidak perlu ditanggapi dengan serius, berikanlah kesempatan kepada anak sebuah momen berkualitas dengan orangtua disaat ia membutuhkannya.

Ada beberapa momen ketika orangtua dengan bijaksana tidak terburu-buru menghibur bayinya saat menangis. Misalnya, ketika bayi usia 4 bulan terbangun tengah malam dan sedkit rewel, sebaiknya orangtua memberinya waktu beberapa menit untuk membiarkan bayinya berusaha tidur kembali. Akan tetapi kerika bayi mulai menangis lebih keras, maka sebaiknya orang tua wajib menghiburnya sebelum bayinya mengamuk.

Tips Praktis Menghibur Bayi
  • Periksa dahulu keadaan popok, jam makan ataupun suhu ruangan. Jika arti tangisan tidak mengindikasikan hal-hal tersebut, maka cobalah beberapa menit menggendong sang buah hati untuk menenangkan dirinya.
  • Menyusu dapat membantu menenangkan bayi yang sedang gelisah. Meskipun sedang tidak lapar, menyusu memberikan efek penenangan pada bayi.
  • Ayun-ayunlah secara perlahan. Ayunan berirama merupakan cara hemat untuk menenangkan bayi. Jika bayi menangis lebih banyak, percepatlah irama ayunan untuk menyesuaikan dengan tangisannya.
  • Gendonglah dengan jalan-jalan sekitar lingkungan.
  • Nyanyikan lagu penenang dengan lembut.
Semoga bermanfaat untuk mengantipasi tumbuh kembang balita kita.



Sumber : http://www.klikdokter.com/tumbuhkembanganak