Selasa, 13 Maret 2012

Waspadai FLU SINGAPURA pada BALITA anda


Dalam dunia kedokteran, Flu Singapura dikenal sebagai penyakit Kaki, Tangan, dan Mulut (KTM). Penyakit ini sangat menular dan sering terjadi dalam musim panas. KTM adalah penyakit umum yang menyerang Balita usia 2 minggu sampai 5 tahun. Orang dewasa umumnya kebal terhadap enterovirus. Penularannya melalui kontak langsung dari orang ke orang yaitu melalui droplet, air liur, tinja,  cairan dari vesikel atau eksreta. Penularan kontak tidak langsung melalui barang-barang yang terkontaminasi oleh sekresi itu. Tak ada vaktor tapi ada pembawa seperti lalat dan kecoa. Penyakit KTM ini mempunyai imunitas spesifik, namun Balita dapat terkena KTM lagi oleh viruis strain enterovirus lainnya. Masa inkubasinya sekitar 2-5 hari. Sementara untuk waktu terekspos sampai terkena penyakit 3-7 hari.

Gejala

Mula-mula demam tidak tinggi 2-3 hari, diikuti sakit leher (pharingitis), tidak ada nafsu makan, pilek, ruam di bagian mulut, tangan dan kaki, dan mungkin di bagian popok. Gejala seperti flu  pada umumnya yang tak mematikan. Timbul vesikel yang kemudian pecah, ada 3-10 ulcus di mulut seperti sariawan terasa nyeri sehingga sukar untuk menelan. Timbul rash/ruam atau vesikel  (lepuh  memerah /blister yang kecil dan rata), papulovesikel yang tidak gatal ditelapak tangan dan kaki. Bila ada muntah, diare atau dehindrasi dan lemah atau komplikasi lain maka penderita tersebut harus dirawat.

Jenis virus tertentu gejalanya dapat lebih parah yaitu :
  1. Demam tinggi lebih dari 38% selama 2 hari.
  2. Ada gejala flu, sesak napas, kejang-kejang, ulkus, seriawan pada rongga mulut, lidah, dan kerongkongan.
  3. Balita kurang nafsu makan.

Jika timbul gejala seperti ini harap sesegera mungkin dibawa ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan intensif karena dapat menyebabkan kematian. Tempo pengasingan yang disarankan adalah hingga lepuh kering.

 

Pencegahan

 

Pencegahan terhadap Flu Singapura adalah dengan mencuci tangan secara teliti terutama setelah membersihkan hidung, menggunakan toilet atau mengganti popok. Membersihkan seluruh bagian tangan dan kaki terutama bagian kuku yang sering menjadi sarang bagi kuman.

Sumber: diolah dari berbagai sumber.

Kamis, 22 Desember 2011

Menghibur Bayi


Pada bayi, ketakutan adalah sebuah naluri. Teriakan-teriakan keras yang tiba-tiba, gerakan mendadak dan orang yang tidak dikenal semua bisa menyebabkan anak ketakutan.

Pada awalnya, menenangkan ketakutan pada bayi sangat berkaitan dengan kontak fisik. Cara yang paling ampuh menghibur bayi adalah dengan menggendongnya. Pada bayi berumur 8-9 bulan, kebanyakan anak sudah mempelajari bentuk ekspresi, jika orangtuanya memberikan ekspresi tenang dan tidak terancam, maka secara alamiah anak juga akan tenang.

Menghibur bayi dengan menggendong merupakan reaksi alami dari ibu maupun ayah. Ada sebagian pendapat mengatakan jika terlampau sering menggendong anak maka sang buah hati cenderung berpotensi menjadi manja. Pendapat ini tidak perlu ditanggapi dengan serius, berikanlah kesempatan kepada anak sebuah momen berkualitas dengan orangtua disaat ia membutuhkannya.

Ada beberapa momen ketika orangtua dengan bijaksana tidak terburu-buru menghibur bayinya saat menangis. Misalnya, ketika bayi usia 4 bulan terbangun tengah malam dan sedkit rewel, sebaiknya orangtua memberinya waktu beberapa menit untuk membiarkan bayinya berusaha tidur kembali. Akan tetapi kerika bayi mulai menangis lebih keras, maka sebaiknya orang tua wajib menghiburnya sebelum bayinya mengamuk.

Tips Praktis Menghibur Bayi
  • Periksa dahulu keadaan popok, jam makan ataupun suhu ruangan. Jika arti tangisan tidak mengindikasikan hal-hal tersebut, maka cobalah beberapa menit menggendong sang buah hati untuk menenangkan dirinya.
  • Menyusu dapat membantu menenangkan bayi yang sedang gelisah. Meskipun sedang tidak lapar, menyusu memberikan efek penenangan pada bayi.
  • Ayun-ayunlah secara perlahan. Ayunan berirama merupakan cara hemat untuk menenangkan bayi. Jika bayi menangis lebih banyak, percepatlah irama ayunan untuk menyesuaikan dengan tangisannya.
  • Gendonglah dengan jalan-jalan sekitar lingkungan.
  • Nyanyikan lagu penenang dengan lembut.
Semoga bermanfaat untuk mengantipasi tumbuh kembang balita kita.



Sumber : http://www.klikdokter.com/tumbuhkembanganak

Kamis, 24 November 2011

Memilih Jajanan Sehat untuk Balita


Banyak dijumpai balita disekitar kita senang dengan makanan jajanan dan ini jangan dibiasakan karena dapat mengancam kesehatannya, memang tidak harus dilarang untuk jajan, namun demikian harus dibekali pengenalan sejak dini, agar balita dapat tumbuh dan terhindar dari ancaman penyakit dalam tubuhnya.

Memberitahu balita untuk memilih jajanan yang sehat tidaklah mudah, namun perlu diajarkan cara memilih jajanan yang sehat. Beberapa tip yang bisa diajarkan pada balita kita antara lain;

1.      Jelaskan pada anak untuk menghindari jajanan yang mengandung bahan berbahaya bagi kesehatan dan efek buruk jika masuk kedalam tubuh. Contohnya jajanan yang manis dan berwarna menyolok, seperti sirup merah atau oranye, permen, es, krupuk dan kue yang mengandung bahan pengawet dan pewarna yang berbahaya bagi tubuh.
2.      Beri tahu balita tempat jajan yang sehat dilihat dari sudut pandang kebersihan tempat, jenis-jenis menu sehat.  Misalnya, pilih menu yang mengandung bahan sayuran.
3.      Luangkan waktu untuk menyiapan jajanan kecil buatan rumah untuk bekal dalam perjalanan ataupun sekolah.
4.      Beri contoh memilih makanan yang sehat di pasar swalayan dengan melihat label informasi tanggal kadaluwarsa, kandungan bahan dan gizi, nomor pendaftaran resmi produk, dan memeriksa kualitas kemasan.
5.      Saat mendampingi anak menonton aneka jenis iklan makanan dan minuman di TV, beri pengertian bahwa yang dilihatnya belum tentu baik untuk kesehatan tubuhnya.

Biasakan balita kita mengkonsumsi makanan sehat, yaitu makanan dengan gizi seimbang , perbanyak makanan utama, buah dan susu, kurangi kebiasaan jajan balita yang mungkin mengandung zat pemanis buatan.


Rabu, 21 September 2011

Siap-Siap Pekan Imunisasi Campak dan Polio

Pemerintah DKI Jakarta, akan menggelar Pekan Imunisasi Campak dan Polio selama satu bulan, dan untuk wilayah Kelurahan Ciracas kegiatan dilaksanakan pada tanggal 18 Oktober hingga 18 November 2011. Sasarannya adalah bayi dan balita yang ada di wilayah Kelurahan Ciracas. Salah satu tempat yang disiapkan di tingkat RT/RW adalah POSYANDU ANGGREK yang telah tersedia kader yang bertugas meneteskan vaksin tetes untuk polio, dan petugas kesehatan untuk memberi vaksin campak secara suntik.

Diharapkan orang tua yang mempunyai bayi atau balita dapat hadir atau datang ke POSYANDU ANGGREK, sehingga tidak perlu ada penyisiran untuk mencari bayi dan balita yang belum diimunisasi. Peran serta masyarakat sangat diperlukan untuk menjaga kesehatan bayi dan balita.

Dihimbau kepada masyarakat, khususnya di wilayah RW.09 Kelurahan Ciracas untuk membawa bayi dan balitanya untuk imunisasi campak dan polio. Imunisasi ini diberikan secara gratis. Orangtua tidak perlu khawatir terhadap imunisasi yang diberikan, karena sudah melalui penelitaan dan terjamin keamanannya. Terkadang ada Kejadian Ikutan Paska Imunisasi (KIPI). Tetapi semua kader dan petugas sudah dilatih dan kasus KIPI ini biasanya sangat kecil.

Pelaksanaan pekan imunisasi campak dan polio ini juga sebagai upaya pemerintah melakukan pemusnahan massal terhadap virus polio dan campak. Saat ini Pemerintah sedang menyiapkan sarana dan prasarana untuk pelaksanaan pekan imunisasi tersebut. Beberapa yang perlu disiapkan yakni vaksin, jarum suntik, boks penyimpan jarum suntik bekas pakai, dan lain-lain, karena pekan imunisasi merupakan program pemerintah pusat.

sumber: Kantor Lurah Ciracas, Jakarta Timur