Jumat, 11 Juni 2010

Keunggulan ASI dalam Menyusui

Keunggulan Air Susu Ibu (ASI) dalam menyusui dapat dilihat dari beberapa aspek yaitu: aspek gizi, aspek imunologik, aspek psikologi, aspek kecerdasan, neurologis, ekonomis dan aspek penundaan kehamilan.

1. Aspek Gizi.

Manfaat Kolostrum

  • Kolostrum mengandung zat kekebalan terutama IgA untuk melindungi bayi dari berbagai penyakit infeksi terutama diare.
  • Jumlah kolostrum yang diproduksi bervariasi tergantung dari hisapan bayi pada hari-hari pertama kelahiran. Walaupun sedikit namun cukup untuk memenuhi kebutuhan gizi bayi. Oleh karena itu kolostrum harus diberikan pada bayi.
  • Kolostrum mengandung protein,vitamin A yang tinggi dan mengandung karbohidrat dan lemak rendah, sehingga sesuai dengan kebutuhan gizi bayi pada hari-hari pertama kelahiran.
  • Membantu mengeluarkan mekonium yaitu kotoran bayi yang pertama berwarna hitam kehijauan.

Komposisi ASI

  • ASI mudah dicerna, karena selain mengandung zat gizi yang sesuai, juga mengandung enzim-enzim untuk mencernakan zat-zat gizi yang terdapat dalam ASI tersebut.
  • ASI mengandung zat-zat gizi berkualitas tinggi yang berguna untuk pertumbuhan dan perkembangan kecerdasan bayi/anak.
  • Selain mengandung protein yang tinggi, ASI memiliki perbandingan antara Whei dan Casein yang sesuai untuk bayi. Rasio Whei dengan Casein merupakan salah satu keunggulan ASI dibandingkan dengan susu sapi. ASI mengandung whey lebih banyak yaitu 65:35. Komposisi ini menyebabkan protein ASI lebih mudah diserap. Sedangkan pada susu sapi mempunyai perbandingan Whey :Casein adalah 20 : 80, sehingga tidak mudah diserap.

Komposisi Taurin, DHA dan AA pada ASI

  • Taurin adalah sejenis asam amino kedua yang terbanyak dalam ASI yang berfungsi sebagai neuro-transmitter dan berperan penting untuk proses maturasi sel otak. Percobaan pada binatang menunjukkan bahwa defisiensi taurin akan berakibat terjadinya gangguan pada retina mata.
  • Decosahexanoic Acid (DHA) dan Arachidonic Acid (AA) adalah asam lemak tak jenuh rantai panjang (polyunsaturated fatty acids) yang diperlukan untuk pembentukan sel-sel otak yang optimal. Jumlah DHA dan AA dalam ASI sangat mencukupi untuk menjamin pertumbuhan dan kecerdasan anak. Disamping itu DHA dan AA dalam tubuh dapat dibentuk/disintesa dari substansi pembentuknya (precursor) yaitu masing-masing dari Omega 3 (asam linolenat) dan Omega 6 (asam linoleat).

2. Aspek Imunologik

  • ASI mengandung zat anti infeksi, bersih dan bebas kontaminasi.
  • Immunoglobulin A (Ig.A) dalam kolostrum atau ASI kadarnya cukup tinggi. Sekretori Ig.A tidak diserap tetapi dapat melumpuhkan bakteri patogen E. coli dan berbagai virus pada saluran pencernaan.
  • Laktoferin yaitu sejenis protein yang merupakan komponen zat kekebalan yang mengikat zat besi di saluran pencernaan.
  • Lysosim, enzym yang melindungi bayi terhadap bakteri (E. coli dan salmonella) dan virus. Jumlah lysosim dalam ASI 300 kali lebih banyak daripada susu sapi.
  • Sel darah putih pada ASI pada 2 minggu pertama lebih dari 4000 sel per mil. Terdiri dari 3 macam yaitu: Brochus-Asociated Lympocyte Tissue (BALT) antibodi pernafasan, Gut Asociated Lympocyte Tissue (GALT) antibodi saluran pernafasan, dan Mammary Asociated Lympocyte Tissue (MALT) antibodi jaringan payudara ibu.
  • Faktor bifidus, sejenis karbohidrat yang mengandung nitrogen, menunjang pertumbuhan bakteri lactobacillus bifidus. Bakteri ini menjaga keasaman flora usus bayi dan berguna untuk menghambat pertumbuhan bakteri yang merugikan.

3. Aspek Psikologik

  • Rasa percaya diri ibu untuk menyusui : bahwa ibu mampu menyusui dengan produksi ASI yang mencukupi untuk bayi. Menyusui dipengaruhi oleh emosi ibu dan kasih saying terhadap bayi akan meningkatkan produksi hormon terutama oksitosin yang pada akhirnya akan meningkatkan produksi ASI.
  • Interaksi Ibu dan Bayi: Pertumbuhan dan perkembangan psikologik bayi tergantung pada kesatuan ibu-bayi tersebut.
  • Pengaruh kontak langsung ibu-bayi : ikatan kasih sayang ibu-bayi terjadi karena berbagai rangsangan seperti sentuhan kulit (skin to skin contact). Bayi akan merasa aman dan puas karena bayi merasakan kehangatan tubuh ibu dan mendengar denyut jantung ibu yang sudah dikenal sejak bayi masih dalam rahim.

4. Aspek Kecerdasan

  • Interaksi ibu-bayi dan kandungan nilai gizi ASI sangat dibutuhkan untuk perkembangan system syaraf otak yang dapat meningkatkan kecerdasan bayi.
  • Penelitian menunjukkan bahwa IQ pada bayi yang diberi ASI memiliki IQ point 4.3 point lebih tinggi pada usia 18 bulan, 4-6 point lebih tinggi pada usia 3 tahun, dan 8.3 point lebih tinggi pada usia 8.5 tahun, dibandingkan dengan bayi yang tidak diberi ASI.

5. Aspek Neurologis

  • Dengan menghisap payudara, koordinasi syaraf menelan, menghisap dan bernafas yang terjadi pada bayi baru lahir dapat lebih sempurna.

6. Aspek Ekonomis

  • Dengan menyusui secara eksklusif, ibu tidak perlu mengeluarkan biaya untuk makanan bayi sampai bayi berumur 4 bulan. Dengan demikian akan menghemat pengeluaran rumah tangga untuk membeli susu formula dan peralatannya.

7. Aspek Penundaan Kehamilan

  • Dengan menyusui secara eksklusif dapat menunda haid dan kehamilan, sehingga dapat digunakan sebagai alat kontrasepsi alamiah yang secara umum dikenal sebagai Metode Amenorea Laktasi (MAL).

Sumber: Buku Panduan Manajemen Laktasi: Dit.Gizi Masyarakat-Depkes RI,2001



Senin, 24 Mei 2010

BUMIL RENTAN MENTAL EMOSIONAL

Hampir 40% ibu hamil (bumil) yang memeriksakan diri ke Puskesmas mengalami gangguan Mental Emosional. Menurut Menteri Kesehatan: " mereka yang mentalnya terganggu tidak merawat kehamilan dengan baik". Pasangan tersebut tidak merencanakan kehamilan dan persalinan secara teratur dan terencana. Penyakit dalam masa kehamilanpun tidak terdeteksi. "Kondisi mental emosional amat berpengaruh dalam menjalankan peran sebagai wanita, yaitu: melahirkan, menyusui dan mengasuh anak". (Media Indonesia).

Ayo para ibu hamil jangan ragu untuk memeriksakan kehalimannya melalui tenaga kesehatan yang ada di Puskesmas, agar persalinan dapat terlaksana dengan baik, yang utama Ibu dan Bayinya sehat.

Disarikan dari: Media Indonesia No.10680/Th.XLI, 25 Mei 2010 Hal.9.

Minggu, 16 Mei 2010

Penerapan PHBS Rumah Tangga di RW.09

Pencapaian Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di Rumah Tangga di wilayah RW.09 Kelurahan Ciracas, berdasarkan kajian Puskesmas Kelurahan Ciracas Tahun 2010, sesuai dengan indikator PHBS adalah sebagai berikut: 1. Balita menimbang setiap bulan (93%); 2. Cuci tangan dengan air bersih dan sabun (99%); 3. Makan sayur dan buah setiap hari (93%); 4. Bayi diberi susu eksklusif (79%); 5. Memberantas jentik di rumah (98%); 6. Melakukan aktifitas fisik setiap hari (92%); 7. Tidak merokok di dalam rumah (69%); 8. Ketersediaan jamban sehat (100%); 9. Pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan (100%); 10. Ketersediaan air bersih (100%).

Permasalahan:

  1. Masih ada rumah tangga yang merokok di dalam rumah (31%)
  2. Belum semuanya bayi diberi susu eksklusif (ASI) sebanyak 21%)

Beberapa hal yang patut dibanggakan, diantaranya; Persentase Balita menimbang setiap bulan di RW.09 Kel. Ciracas sebanyak 623 balita (92%) dan sisanya 53 balita (8%) tidak melakukan penimbangan setiap bulan; Persentase keluarga yang mencuci tangan dengan air bersih dan sabun sebanyak 1375 KK (99%) dan sisanya 17 KK (1%) tidak melakukan; Persentase keluarga yang melakukan pemberantasan jentik di rumah (PSN) sebanyak 1364 KK (98%) dan sisanya 28 KK (2%) tidak melakukan; Persentase keluarga dengan persalinan dilakukan oleh tenaga kesehatan sebanyak 1392 KK (100%).

Semoga PHBS di Rumah Tangga senantiasa dapat diterapkan oleh warga di wilayah RW.09 Kelurahan Ciracas agar semua warga senantiasa sehat dalam kehidupannya.

Rabu, 12 Mei 2010

Gebyar Posyandu Mei 2010

Di hari Ulang Tahun Posyandu Anggrek ke-3, sekaligus Gebyar Posyandu di bulan Mei 2010 pada tanggal 13 Mei 2010, selain pelayanan rutin pemeriksaan Balita terhadap berat badan, tinggi badan, maupun pemberian imunisasi, juga dilakukan pemeriksaan terhadap ibu hamil, maupun pemeriksaan kesehatan terhadap orang tuannya (ibu dan bapak) seperti tensi darah, kadar kolesterol darah, kandungan asam urat dan kadar gula darah. Hal tersebut dilakukan untuk memberi kesempatan bapak dan ibu dalam mengontrol dan menjaga kesehatannya. Pemberian imunisasi dan pemeriksaan kesehatan orang tua dilakukan oleh Petugas Kesehatan dari Puskesmas Ciracas (Ibu Bidan Lydia S.)

Bagi Balita yang secara rutin hadir di Posyandu Anggrek setiap bulannya dan tidak pernah absen selama satu tahun pada peroode 2009/2010, selain mendapat PMT (Pemberian Makanan Tambahan) juga diberi bingkisan, hal ini dimaksudkan untuk memacu agar Balita yang lainnya juga rajin hadir di Posyandu Anggrek yang dilaksanakan setiap Bulan pada Hari Kamis minggu ke-2.

Selamat Ulang Tahun Posyandu Anggrek, melalui dedikasi kader-kader Posyandu Anggrek memungkinkan banyak Ibu Hamil, Ibu Menyusui serta Balita yang dapat hadir untuk mengontrol pertumbuhan dan perkembangannya agar tetap terjaga kesehatannya.

Langkah ke Posyandu

Pelaksanaan kegiatan di Posyandu Anggrek dikenal dengan nama “sistem 5 meja”, dimana kegiatan di masing-masing meja mempunyai kekhususan sendiri-sendiri. Sistem 5 meja tersebut tidak berarti bahwa Posyandu harus memiliki 5 buah meja untuk pelaksanaanya, tetapi kegiatan Posyandu harus mencakup 5 pokok kegiatan:

  • Meja 1 Pendaftaran balita, ibu hamil, ibu menyusui
  • Meja 2 Penimbangan balita
  • Meja 3 Pencatatan hasil penimbangan
  • Meja 4 Penyuluhan dan pelayanan gizi bagi ibu balita, ibu hamil dan ibu menyusui
  • Meja 5 Pelayanan kesehatan, KB, imunisasi dan pojok oralit

Kegiatan Di MEJA 1

  1. Pendaftaran Balita
    1. Balita didaftar dalam formulir pencatatan balita
    2. Bila anak sudah memiliki KMS, berarti bulan lalu anak sudah ditimbang. Minta KMSnya, namanya dicatat pada secarik kertas. Kertas ini diselipkan di KMS, kemudian ibu balita diminta membawa anaknya menuju tempat penimbangan.
    3. Bila anak belum punya KMS, berarti baru bulan ini ikut penimbangan atau KMS lamanya hilang. Ambil KMS baru, kolomnya diisi secara lengkap, nama anak dicatat pada secarik kertas. Secarik kertas ini diselipkan di KMS, kemudian ibu balita diminta membawa anaknya ke tempat penimbangan.
  1. Pendaftaran ibu hamil
    • Ibu hamil didaftar dalam formulir catatan untuk ibu hamil.
    • Ibu hamil yang tidak membawa balita diminta langsung menuju ke meja 4 untuk mendapat pelayanan gizi oleh kader serta pelayanan oleh petugas kesehatan di meja 5.
    • Ibu yang belum menjadi peserta KB dicatat namanya pada secarik kertas, dan ibu menyerahkan kertas itu langsung kepada petugas kesehatan di meja 5.

Kegiatan di MEJA 2

  • Penimbangan anak dan balita, hasil penimbangan berat anak dicatat pada secarik kertas yang terselip di KMS. Selipkan kertas ini kembali ke dalam KMS.
  • Selesai ditimbang, ibu dan anaknya dipersilakan menu meja 3, meja pencatatan.

Kegiatan di MEJA 3

  • Buka KMS balita yang bersangkutan.
  • Pindahkan hasil penimbangan anak dari secarik kertas ke KMSnya.
  • Pada penimbangan pertama, isilah semua kolom yang tersedia pada KMS.
  • Bila ada Kartu Kelahiran, catatlah bulan lahir anak dari kartu tersebut.
  • Bila tidak ada Kartu Kelahiran tetapi ibu ingat, catatlah bulan lahir anak sesuai ingatan ibunya.
  • Bila ibu tidak ingat dan hanya tahu umur anaknya yang sekarang, perkirakan bulan lahir anak dan catat.

Kegiatan di MEJA 4

  • Penyuluhan untuk semua orang tua balita. Mintalah KMS anak, perhatikan umur dan hasil penimbangan pada bulan ini. Kemudian ibu balita diberi penyuluhan.
  • Penyuluhan untuk semua ibu hamil. Anjurkan juga agar ibu memeriksakan kehamilannya sebanyak minimal 5 kali selama kehamilan pada petugas kesehatan atau bidan
  • Penyuluhan untuk semua ibu menyusui mengenai pentingnya ASI, kapsul iodium/garam iodium dan vitamin A.

Kegiatan di MEJA 5

Kegiatan di meja 5 adalah kegiatan pelayanan kesehatan dan pelayanan KB, imunisasi serta pemberian oralit. Kegiatan ini dipimpin dan dilaksanakan oleh petugas kesehatan dari Puskesmas.